Nopember 24
Teriknya Mentari Hanya Secarik Kilauannya DihatiSiang ini aku kembali lagi mengingatnya. mengingat ketika genggaman jari jemari ini erat olehnya tergenggam.
Kadang genggamanku perlahan terlihat lepas oleh kedua tangannya. seperti biasa mata mata ini hanya tertuju disaat kami bersama.
Aku mungkin akan hilang dengan bejalannya detakan waktu. namun apakah kenanganmu juga kan berlalu.
Kamu yang telah terselimuti jarak denganku menancap pena tertajam dalam ingatanku yang setiap saat akan kembali terekam.
Kenangan kenapa engkau selalu hadir di sela sela langkah kaki ini.
Kenangan kenapa duniamu selalu berputar putar di memori perjalananku.
Ini hanya sementara bagiku kan atau kau akan selamanya membentur sudut sudut otakku.
Ini mungkin menjadi saksi ketika antara kau dan aku telah lupa namun kenangan in takkan pernah terlupa.
Aku tumbang karenamu
Aku tanpa hangat dalam kata-katamu
Kamu tahu ini rasaku
Kamu paham genggammu kini telah lalu
Terik ini pun tahu bagaimana aku memberikan senyuman terbaikku ketika kita tak akan lagi bersatu.
Mentaripun mengerti ketika aku memberikan lambaian hangat kepadamu untuk menyatakan perpisahan.
Teriknya mentari hanya secarik kilauannya dihati
Begitu kutatap keluar dan memandangi awan
Itulah yang kunanti
Meski hanya sapamu yang telah lama di tawan
Aku kembali lagi mengingat yang kau beri kenangan
Silaunya mentari siang ini pun hanya secarik untuk membuatku move on
Lupakan setiap apa yang beri nama kenangan
Inilah kehidupan kemudian tinggal kau jalankan
Mungkin mudah bagimu tapi bagaimana dengan aku.???

Nopember 18
2nd Day In The WorldThis was the second day I was in the world. maybe stunned when the eyes are closed and flirtatious glance towards the sun.waaaawww…. the air was so cool this morning. I feel the real freedom. born into the world was so fun, felt like the same as the others and have more space feel roomy. it\’s so extraordinary fullllllll………………………..^_^.
the sun shone every morning so tempting if I didn\’t approach. also becoming accompanied birdsong as the sun danced and to greet the cool air in the morning.
I\’m very happy…like this, like this, like this lah poko\’e…..
mmmm sebenarnya tulisan ini itu aku present special for nephew a.k.a RAFIFAH
seneng banget deh jadi tante ada sensasi tersendiri gimana gitu…yang jelasa ngerasa bahagia juga lohh cause ini keponakan ke-8. detikers mau tau apa aja sensasi yang dirasakan kalau jadi tante, ini dia :
1. Bersyukurnya ga ketolongan deh pokonya bisa sujud syukur berulang-ulang sampe ibarat jidad yang jenong..nong..nong jadi rata kaya jalan yang baru diaspal abis itu diplester…licin banget kan.
2.Senengnya ga karu-karuan bisa sambil jejingkrakkan kaya bocah TK yang lagi pemanasan dulu sebelum berenang disuru loncat-loncat kecil sama guru renangnya. tapi kalo ini pastinya lebih heboh kan senengnya sampe level 50..kalah ya keripik maicih level 20.
3.Kalo dibanding nonton bola live di GUBK kalo ini lebih seruu kali.di GUBK paling sambil sorak sorai dan teriak-teriakan buat nyemangatin tim garuda muda kita. nah kalo ini bisa sambil jejeritan histeris gilaaaaa…………seakan akan liat personil SMASH yang mau performance.
Nah itu 3 hal yang aku kasih tau ke kalian, kalo kalian gimana ya rasanya punya keponakan baru.???
Ada yang sehisteris itu kah atau melebihi mungkin juga datar-datar ajah.ya setiap orang kan punya perasaan yang berbeda-beda jadi ga aneh dunc bila rasaku ini bukan rasamu. yang aneh menurut aku yang ga berasa apa-apa ketika dapet kebahagiaan kaya gitu. serasa ga punya hati kali ya..hahaaa….jadi ga bisa merasakan BAHAGIAnya punya keponakan.


Nopember 17
Rafifah “Aku yang dinanti”Jika benar aku ada untuk membuat kalian tersenyum, maka aku akan selalu hadir disetiap ruas waktu kalian. akupun sangat tersanjung jika kalian memberikanku pendidikan secara moril, spiritual, dan banyak hal. sebelum aku ada disini maafkan aku ya IBU karena aku menggunakan ruang di salah satu organ tubuhmu. maafkan aku ya IBU karena meminjam ruangmu terlalu masa.
Tahukah kau IBU aku lebih masa disalah satu ruang sudutmu karena akau ingin berhias sebelum berada nyata di bumi ini. ingin berparas ayu ketika kau sumringah melihatku, meskipun aku belum bisa menikmati keindahan wajahmu. keindahan seluruh mata yang memandang kearahku. namun dengan indra pendengaran yang pertama kali berfungsi, aku bisa merasakan dengan hati ini bagaimana sejuknya tatapan kalian kepadaku. kini hari ke-2 aku merasakan dekapan mentari, aku bahagia IBU.aku merasa lepas mengepakkan senyum-senyum simpulku, melirik-lirik sendu kepada kalian.aku bahagia IBU.
Entah apa yang ada difikiranmu IBU, yang jelas akupun merasa kasih sayangmu selama aku belum terlihat begitu besar dalam bias-bias kehadiranku.
AYAH aku juga ingin berterima kasih kepadamu karena selama IBU tak gentar membawa kebahagiaan untukku kaupun yang selalu mendampingi kami. memberikan semangat kepada kami, mengingatkan kami jika kurang istirahat dan selalu memperhatiakan kami dalam setiap aktivitas.
Kakak IRFAN terima kasih karena selama aku lebih intens bersama IBU aku tahu kau dengan ringan hati membiarkan waktu bersama dengan IBU menyempit sesaat dan kau membantu IBU ketika aku sedang mengelus manja dilingkaran tubuh IBU.
Kakak GITA terima kasih juga ya karena kau mau berbagi waktu kasih sayangmu denganku. jika aku sudah mulai bisa tidak merepotkan IBU aku pasti mau bermain masak-masakkan dan dokter-dokteran bersamamu.
Begitu sempurnanya kasih sayang mereka untukku dan begitu bahagiannya aku.
Lalu ketika sudah saatnya aku beranjak dari salah satu sudut ruang ternyaman IBU langsung saja gema suaraku terdengar begitu syahdu.inilah aku RAFIFAH yang dinanti.aku terlahir dengan berat 3,8kg dan tinggi 50cm. rambutku pun tebal seperti AYAH dan IBUku.Terima kasih Ya Rabb telah memberikanku keselamatan dalam perjalananku menuju kehidupan sementara ini semoga kelak aku kan menjadi anak yang sholehah,berbakti,cerdas dan mewakili negeri ini menjadi kebanggaan.

Nopember 15
Lengkungan CuacaHari ini aku menatap langit seperti menatap kertas putih tanpa warna dan goresan apapun. sepertinya sepi tanpa kicauan pagi, sepertinya mengigil tanpa balutan sang mentari. pagi sampai sampai aku lupa menyapa, menyapa dengan senyumku dan bersyukur atas hidupku. kini atau nanti hanya itu yang akan aku lakukan tiap pagi.
Meskinya cukup terhormat jika lurikan pena mengisyaratkan gempita warna di luasnya langit ini. akupun tak jengga jika harus menuntun pena membawa warna mendekati langit yang akan diberi tanda. bergegas akupun beiring dengan pena warna dan memulai memberi tanda dan goresan indah kepada hamparan langit tanpa jeda. sungguh meliuk pena menumpahkan ceria dalam suatu tawa nan elok tanpa alfa.
Kini tiada ragu aku menuntun pena tuk membalur angkasa, melengkungkan cuaca dan menemani aku dengan kata-kata. merapat sebuah isyarat, berhasrat tuk ingin selalu dekat anatara pena, angkasa, mentari, pelangi, lengkungan, kicauan dan segala apapun hingga cuaca yang menampung.lama jua aku disini bersandar dengan pena lalu aku perlahan merampas sejenak pijakan ini dari angkasa raya.

Menatap angkasa kini mulai berbeda.karena ia telah berwana.lirikan retina kian menyapa dan akupun sirna oleh indahnya. wawww….gurauanku sesaat so amazing, wonderfull and I like it.Subhanallah begitu kuasa Tuhan menciptakan segalanya dengan jiwa art terbaiknya agar pemuka yang laiinya dapat merileksasikan suatu pandangan dan memaknai arti keindahan.
Lalu lengkungan cuaca mulai berlari bergandengan, terperanga menandai setiap langkah yang secara abstrak terdengar. hey cuaca…sapaku dalam gegap gempitanya mereka di angkasa. awan-awan mulai berdatangan memenuhi angkasa yang begitu terlihat berbeda dengan pena, bahkan menutupi warna yang telah tergores cantik. awan itupun semakin lama semakin gelap…ooh gelap mencentang cuaca menjadi melengkung. beberapa menit kemudian tak sampai tandak titik berkerumun tuk menjatuhi basah di piajakan ini sekejap gelegar pun menggemakan suasana ini. lalu aku dan pena tak fikir panjang tuk mencari peneduh sebelum titik menjatuhi kami.lengkungan cuacapun semakin nyata kataku dan kami takk kan menjajar genjangkan angkasa secara sia-sia.

Nopember 7
Jarak Hanya Soal Ruang dan WaktuKetika aku mencari setitik ketenangan dalam riuhnya gelombang laut, ketika itupun aku merasa begitu saja berlabuh dipesisir senja yang menenangkan. aku tak pernah mengenal senja sebelumnya, tak pernah menatapnya, tak pernah menyapanya, namun secara konsisten aku memperhatikannya. sore ini sedang tersenyum simpul denganku, tapi senja juga belum muncul.
Raut lukisan awan seakan bercerita, seakan berbisik-bisik manis disamping telingaku dan memberikan makna senyuman sore untukku. Apa yang aku tahu tentangmu senja, belum banyak bukan.???
kaupun tersenyum kecil dihadapanku, aku menatapmu dan akupun serasa mengikuti alur kedatanganmu senja. Dalam diam aku menantimu, dalam relung aku merindumu, dalam langkah aku menjamahmu.
Relakah ketika aku mengakhiri sebuah perjalanan dengan satu kata. Sudikah kau senja meng”ya”kan akhir kata-kataku.
Ini hanya soal jarak, jarak yang begitu membuat kita rancu.
Jarak yang menurutku hanya soal ruang dan waktu.
Kita bisa melaluinya jika kita benar-benar yakin, dan berikanlah kepastian yang hakiki. Aku tak ingin penyelimut hati ini akan mengecewakanmu senja, dan aku tak ingin kau menggoreskan luka disetiap hangatnya penyelimut jiwa. Yakinlah aku akan memberikan kata akhir yang membuat rautmu sumringah diakhir cerita dan awal kehidupan kita.
Ruang hanya jeda yang terkadang bersyarat tapi tidak untuk cinta.
waktu hanya simfoni yang terlantur menenangkan, begitu juga dengan irama kisah kita.
Ruang dan waktu, hanya itukah yang kau pertanyakan, sungguh begitu teriris ketika senja berucap “kamu tidak tulus mencitaiku”. Begitu mudahnya kau laharkan kalimat itu. Begitu rejamnya kau menilaiku.
Senja ketika aku mulai mengerti dan menelaah lahar yang kau beri untukku, akupun sekarang mengerti ketika kita memang tidak tepat dijadikan pelengkap bagi ruang dan waktu.

Nopember 2
Awan Berwarna Keabu-abuanKembali lagi kau menciptakan rintikan hujan sebagai penghias diwajahku.
Bagaimana kau mampu hadir dan memberiku hiasan seperti ini. wahai awan yang berwarna keabu-abuan aku ingin sekali mendekapmu sebelum kau memberiku hiasan diwajah ini. Entah, aku hanya ingin memberi isyarat jika memang engkau mau…namun ada hal yang membuatku luka hingga detik ini.
Meski aku berada dalam gelegar petir yang menyelubungi hingga relung jiwa ini. Aku yakin nadanya pun akan memuncak kepadamu.
Jangan pernah kau hadirkan sekawananmu untuk menyapaku,
Jangan pernah kau biarkan sekawananmu untuk menghiasiku,
Jangan pernah kau datangkan sekawananmu untuk mengikutiku,
Dan jangan pernah kau seruakan sekawananmu untuk melukaiku.
Kamu tahu jika aku sedang menatap dunia, satu hal yang ingin aku lukiskan dan kusimpan didalam hati yaitu kenanganmu membuat hiasan indah dengan rintikan syahdu diwajahku. meski telah kubungkam kata dan kudekap cerita namun tetap saja ragaku tak mampu. duhai rintikan yang indah seberapa lama kau ingin menghiasi wajah ini.???
aku menunggu jawabmu meski kini ku tahu takkan sanggup jua kumenunggu.
Dalam balutan melodi rintikan, dalam alunan klasik sebuah rintikan, dalam hentakkan gema bergelegar, duniaku akan terasa beragam ketika kau memberi jeda dan titik dalam alur perjalannku. awan yang berwarna keabu-abuan ingatlah aku takkan mungkin menghiasimu dengan warna violet. lalu mengapa kau tetap membisu saat kulontarkan pertanyaan itu.???
Pertanyaan yang aku tahu hanya engkau penjawab yang paling tepat.
Sudahlah lebih baik kita saling berjalan bersama dengan ramah, dengan senyum dan dengan jiwa. kau menghiasi bumi saja dengan rintikmu dan aku menghiasi diriku dengan senyumku. itulah mauku awan yang berwarna keabu-abuan biarkan kita saling mengisi kekosongan yang ada, lalu kita kan bahagia.

Oktober 31
Selalu Setelah HujanKalau sehabis rintikan hujan mengguyuri aku selalu ingin muncul dikala ingin menghangatkan mata setiap insan dimuka bumi ini.
Andai saja aku dipersilahkan memberi nuansa hari setelah sunyi dengan rintikan hati, sungguh itu yang kumau.
Bumi ini saja selalu berbagi dengan hasilnya…mengapa aku tidak.
Matahari saja menyinari bumi dikala pagi dan siang hari…mengapa aku tidak.
Senja saja ingin berbagi dikala belum terlihatnya sang manisnya bulan…mengapa aku tidak.
Lalu aku…aku yang hanya memuncul sesaat setelah hujan kenapa tak kunjung hingga setiap rintikan itu selesai dan kemudian aku ada.
Jika kalian bertanya, mengapa pelangi sekarang jarang tampak mengindahkan penglihatan ini setelah rintikan hujan membasahi.???
Jikalau aku menjawab, apakah kamu tahu aku sedang menghiasi n memperbaiki warnaku agar indah terlihat hingga butiran terdalam retinamu.
ya…ya…ya…ya…sangat pantas dan elok ketika pelangi dan senja berdampingan.
entah kapan senja itu memulai kembali mendekati sang pelangi, dan entah kapan sang pelangi mau berbagi kembali dengan sang senja.
itu seperti saja menunggu rerumputan hijau tumbuh diatas pegunungan yang masih aktif. ketika rerumputanpun mulai tumbuh lalu gunung itu mengeluarkan lahar dan ternuhlah rerumpuutan hijau itu.
aku tahu senja hanya ingin menepi tuk sejenak.
aku yakin senja hanya butuh penghangat sesaat.
aku mengerti senja takkan hingga jika aku tak ada.
dan aku ingat bahwa aku dengan senja takkan mampu terbelit rindu.

Oktober 26
Pelangikala saja hujan ini ibarat semangat entah berapa besar dan banyaknya tak terhitung.
buat saja hujan ini bagai harapan entah berapa jua yang kan tertampung.
hingga saja hujan ini mengalir entah berapa jiwa yang terbesit untuk segera beranjak dari istana mewahnya menjalani kehidupan yang terklamuflase dengan berbagai kenyataan ditemani luapan harapan.
hingga kini apakah duniamu telah kau raih.???
hingga kini apakah usahamu telah teraplikasi.???
hingga kini apakah dewasamu telah terjamah.???
hingga kini apakah impianmu telah tergenggam.???
hey butiran awan yang kian tertutup oleh luapan hujan…dengarkan saja sedikit harapku untuk kebaikan masa depanku.
aku hanya ingin menyamai buliran hujan itu yang disamai dengan usahaku untuk mencapai puncak istana.
biarlah saja aku saat ini mengais tangga kehidupan untuk menuju pelangi setelah hujan itu, lalu aku menanjak setahap demi tahap menemui puncak itu.
jika aku pelangi biarkanlah aku berada sedikit masa untuk mengindahkan bumi ini.
menyamai hangatnya matahari yang terlihat indah dimata kehidupan dunia.
pelangi itu adalah aku…berwarna dalam kiasan
berirama dalam goresan dan bernuansa dalam kehidupan.

Oktober 26
Kobaran ImajinasiSatu lagi yang harus kalian tahu bahwa dengan berfikir kita akan menjadi lebih baik daripada orang yang tidak mau menggunakan akalnya untuk berfikir apalagi memberikan ide ide baik untuk kebaikan hidupnya. kawan jika Allah saja begitu baik kepada umat-Nya namun mengapa kita yang diberikan akal yang sempurna, organ tubuh yang berfungsi sesuai ketentuannya dan lengkap masih saja suka mengeluh.
kawan belajarlah dari ilmu padi, belajarlah dari orang-orang yang kita lihat disekitar setiap hari, setiap pagi pada saat kita mau memulai beraktifitas coba perhatikanlah berapa banyak senyuman di pagi hari hanya dari seorang pemulung, petugas kebersihan jalan, pengamen, pengemis dan berbagai profesi yang sebenarnya kurang layak untuk disebut sebagai profesi.
Mengapa mereka mau menjalankan tugas mereka sebagai profesi yang telah saya sebutkan tadi.???
Mengapa mereka begitu semangatnya bangun di kabut pagi sebelum asap asap berkampanye di Ibukota.???
Mengapa mereka sangat Ceria dengan senyumnya di pagi itu.???
fikirkanlah kawan.???
Apa yang bisa kalian lakukan ketika bangun di pagi hari selain bersyukur kepada sang pencipta dan kemudian melakukan rutinitas. Ya, saya rasa begitu nikmatnya rutinitas kita tiap harinya. jika kita bandingkan dengan rutinitas profesi yang telah disebutkan tadi. awan yang kian melingkarkan keindahannya di ufuk mentari dan seketika asap asap ibukota menggumpalkan warnanya memberi paradigma tajam antara hangatnya pagi dengan kusamnya rutinitas, jelas sekali itupun telah menggambarkan kesenjangan yang ada dalam profesi yang ada.
lalu bagaimana, bagaimana memunculkan gejolak semangat kita sebagai profesi yang bisa dikatakan lebih layak untuk disebut pekerjaan sebagai rutinitas.???
Apakah iah, sifat manusia yang tidak pernah merasa puas dapat mengkambing hitamkan profesi kita dan mereka.???
Ataukah hanya saja kita selalu berimajinasi tinggi tanpa mau tahu dan melakukan suatu proses yang ada untuk merangkul erat imajinasi tinggi yang kita fikirkan.???
kawan, kawan, kawan besemangatlah.!!!
kawan, kawan, kawan berimajinasilah.!!!
kawan, kawan, kawan berusahalah.!!!
kawan, kawan, kawan berdoalah.!!!
dan kawan berserah dirilah lalu wujudkanlah.
kitapun bisa dengan dibaluti keoptimisan, merekapun bisa jauh lebih baik dengan kemauan. aku, kamu dan kalian layak menjadi orang sukses karena sukses itu adalah bahagia dan bahagia itu ketika kita telah merasakan kesuksesan. maka jadikanlah visi misi kita untuk sukses dalam kehidupan, selalu bersyukur dan mau berbagi kepada sesama.
Ingat bahwa sejatinya kita adalah mahluk sosial yang saling melengkapi, membutuhkan, menghargai dan menghormati.

Oktober 25
Hello world!Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!



